sponsor

Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Blog Archive

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

Tips Agar Tetap Bugar Selama Berpuasa

image

JAKARTA - Datangnya bulan suci Ramadan sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk tidak beraktivitas seperti biasa meski tengah berpuasa. Berpuasa memiliki banyak manfaat bagi metabolisme tubuh dan juga menghilangkan atau membersihkan racun dalam tubuh akibat dari makan, polusi dan juga radikal bebas.

1. Perhatikan Asupan Cairan

Saat berupuasa amat sangat penting memperhatikan asupan cairan atau minum yang cukup bagi tubuh, hal ini penting agar menghindarkan tubuh mengalami dehidrasi akibat kekurangan minum, banyak saran yang mengatakan minimal minum delapan gelas per hari agar tubuh tidak dehidrasi, namun disaat berpuasa perlu memperhatikan asupan cairan bagi tubuh sebab saat bulan Ramadan
waktu makan dan istirahat berubah.

Jelasnya disarankan minum air putih sebanyak dua gelas saat berbuka puasa, tiga gelas setelah tarawih, dan satu gelas sebelum tidur. Kemudian satu gelas saat bangun sahur, dan satu gelas setelah makan sahur, jumlah ini hanya perhitungan garis besar saja, tentunya anda sendiri yang dapat menentukan banyak atau tidaknya asupan cairan bagi tubuh anda.

2. Berbukalah dengan yang manis

Waktu berbuka puasa tentu menjadi momen yang sangat ditunggu dikala berpuasa Ramdan, namun dalam hal ini anda harus memperhatikan menu berbuka puasa terlebih habis melakukan aktivitasyang padat selama berpuasa, umunya kita disarankan berbuka dengan menu minuman dan makanan yang manis seperti buah kurma dengan teh manis hangat, hal ini penting agar mampu mengembalikan energi dalam tubuh setelah berbuka puasa. Akan tetapi diperhatikan porsi makan ya dan tidak berlebihan.

3. Konsumsi Sayuran

Sayuran sudah menjadi asupan yang amat sangat penting abgi tubuh, selain kaya vitamin, sayuran mampu membuat tubuh lebih sehat, tenunya dengan cara pengolahan atau masak yang baik agar kadar vitamin dan kandungan dalam sayur tidak terbuang percuma, mengkonsumsi sayuran pada saat makan sahur sangat baik bagi tubuh.

4. Tidur Cukup

Isitrahat malam hari atau tidur setelah melakukan aktivitas serai penuh menjadi hal yang vital guna memulihkan energi dan memberikan waktu istirahat bagi seluruh organ tubuh. Pada saat puasa sebaiknya tidak tidur terlalu larut malam agar mudah bangun pada saat makan sahur dan juga bisa kembali beraktivitas dengan segar.

5. Sikat Gigi Sebelum Tidur dan Setelah Sahur

Aktivitas membersihkan mulut dengan cara sikat gigi jangan dilewatkan, sebab saat berpuasa, cadangan lemak akan dibakar oleh tubuh sebagai energi dan digunakan untuk meningkatkan kadar keasaman darah. Adanya aktivitas tersebut membuat aroma nafas menjadi tidak enak. Dengan ini diperlukan sikat gigi sebelum tidur malam dan setelah makan sahur, bila memmungkinkan setelah berbuka puasa.

Ini Cara Pertamina Amankan BBM dan Elpiji Saat Ramadhan dan Idul Fitri 2018

image

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah mempersiapkan diri menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bahan Bakar Minyak dan Elpiji (BBM & Elpiji) Idul Fitri 2018. Satgas BBM ini bertugas mengawal ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh wilayah NKRI serta melayani kebutuhan BBM & LPG bagi masyarakat khususnya pemudik selama Puasa dan Idul Fitri 2018. Satgas BBM akan mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan, Pertamina sudah melakukan evaluasi adanya peningkatan konsumsi BBM dan Elpiji,  serta memastikan ketersediaan BBM dan Elpiji bagi masyarakat selama puasa, arus mudik maupun arus balik.

"Menghadapi puasa dan Idul Fitri 2018 melakukan langkah persiapan dimulai dari penyediaan stok BBM. Sementara nanti pada saat jelang arus mudik balik akan dilakukan penambahan armada mobil tangki beserta awaknya, membuat kantong BBM di SPBU sebagai BBM cadangan, menyiapkan BBM kemasan serta SPPBE Kantong,” ujar Adiatma melalui keterangan resmi, Rabu (16/5/2018).

Sebagaimana tahun sebelumnya, untuk melayani pemudik, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna mengantisipasi kelancaran pasokan BBM, antara lain membangun KiosK/Serambi PX, Mobil Dispenser Unit, BBM Kemasan di SPBU serta Motor/Mobil Pengantar Kemasan BBM. Layanan khusus ini akan disediakan di sepanjang jalur mudik Pulau Jawa baik jalan tol maupun non tol serta jalur Sumatera.

“Semua layanan ini sebagai komitmen Pertamina untuk memberikan kemudahan dan menambah kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan mudik, sehingga tidak khawatir kehabisan BBM di tengah perjalanan,” ujar Adiatma.

Menurut Adiatma, selama Puasa dan Idul Fitri 2018 konsumsi BBM harian secara nasional diperkirakan naik rata-rata 15 persen. Mengantasipasi hal tersebut, Pertamina akan meningkatkan stok dan penyaluran BBM selama Puasa dan Idul Fitri dari rata-rata harian normal gasoline 90 ribu kiloliter menjadi 104 ribu kiloliter per hari.

“Kenaikan tertinggi diperkirakan terjadi pada puncak arus mudik, 9 dan 13 Juni 2018  dengan kenaikan 32% dan 29% dari konsumsi normal. Sedangkan arus balik pada 19 Juni 2018 yang diperkirakan mencapai 28%,” ujar Adiatma.

Pertamina, lanjut Adiatma telah mengantisipasi jumlah pemudik tahun 2018 yang diperkirakan meningkat 11 - 13 persen dari tahun lalu. Menurutnya jumlah pemudik menggunakan roda dua diperkirakan mencapai 7,67 juta naik dibanding tahun 2017 yang mencapai 6,8 juta. Sementara jumlah pemudik yang menggunakan roda empat diperkirakan mencapai 3,46 juta, naik dari tahun 2017 yang mencapai 3,1 juta.

Untuk itu, Adiatma menguraikan rincian kenaikan penyaluran harian untuk tiap-tiap jenis BBM. Kenaikan tertinggi terjadi pada BBM jenis pertalite dari 46 ribu kiloliter menjadi 55 ribu kiloliter (20%), disusul Pertamax dari 15 ribu kiloliter menjadi 18 ribu kiloliter (15%),

Premium dari 24 ribu kiloliter menjadi 26 ribu kiloliter (7%), Pertamax Turbo dari 787 kiloliter menjadi 820 kiloliter (5%), Dexlite dari 1.598 kiloliter menjadi 1.678 Kiloliter (5%), Dex dari 485 kiloliter menjadi 504 kiloliter (4%) serta  Avtur meningkat dari 15 ribu kiloliter menjadi 16 ribu kiloliter (5%). Sementara kebutuhan solar diperkirakan turun dari 35 ribu kiloliter rata-rata harian menjadi 30 ribu kiloliter.

Pertamina juga akan meningkatkan penyaluran LPG pada Puasa dan Idul Fitri 2018 yang diperkirakan puncaknya akan terjadi pada minggu terakhir menjelang Idul Fitri, dengan kenaikan sekitar 17% dari rata-rata harian 23.124 metrik ton menjadi 27.000 metrik ton. Pertamina juga telah meningkatkan ketahanan stok LPG menjadi rata-rata 17,6 hari.

Dari sisi distribusi, Pertamina akan menyiagakan 3.094 agen LPG PSO dan NPSO serta 31.612 pangkalan LPG PSO di seluruh Indonesia. “Kita juga akan menyiagakan 49 SPPBE Kantong di Pulau Jawa untuk memastikan kelancaran suplai LPG selama arus mudik,” ujar Adiatma.

Pertamina juga membuka Posko Pengaduan melalui Contact Pertamina 1 500 000 serta Posko Pengaduan di tiap Marketing Operation Region (MOR) di seluruh Indonesia.  Masyarakat dapat menyampaikan kondisi ketersediaan BBM dan LPG di wilayahnya,  termasuk jika adanya pelanggaran di Agen dan SPBU.


Ekspor Langsung Produk Manufaktur Indonesia ke AS Capai 11,98 Juta Dollar AS


image

JAKARTA - Sejumlah produk industri manufaktur Indonesia diekspor secara direct call ke Amerika Serikat dengan menggunakan kapal kontainer berukuran besar. Direct call adalah sistem pelayaran langsung peti kemas dari pelabuhan domestik ke pelabuhan tujuan di luar negeri tanpa singgah di pelabuhan mana pun.

“Pengiriman ini bisa lebih cepat sampai sehingga akan mendorong peningkatan daya saing produk kita di Amerika Serikat,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai acara pelepasan ekspor komoditas nonmigas Indonesia dari Jakarta menuju Los Angeles yang diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Terminal Jakarta International Container Terminal (JICT), Selasa (15/5/2018).

Pada kesempatan itu, turut mendampingi Presiden, yakni Menperin Airlangga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita serta Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya.

Airlangga menjelaskan, pengiriman komoditas melalui rute langsung tersebut dapat lebih efisien dan memangkas biaya logistik hingga 20 persen. “Jadi, lebih murah berkisar USD300 setiap kontainer, dibandingkan jika dengan perjalanan melalui Singapura,” ujarnya.

Selain itu, mampu menghemat waktu pengiriman barang. “Kalau lewat Singapura, shipping time-nya kira-kira sampai 31 hari. Sedangkan, dengan direct call ini hanya 23 hari sehingga membantu time to market lebih cepat,” imbuhnya.

Dari 32 industri manufaktur di dalam negeri yang terlibat dalam pengiriman via kapal raksasa tersebut, total nilai ekspornya mencapai USD11,98 Juta. Produk nonmigas ini meliputi alas kaki sebesar 50 persen, produk garmen (15 persen), produk karet, ban dan turunannya (10 persen), produk elektronik (10 persen), serta produk lainnya seperti kertas, ikan beku dan suku cadang kendaraan (15 persen).

Perusahaan pengekspor itu, antara lain Buma Apparel Industry, Nikomas Gemilang, Parkland World Indonesia, Mattel Indonesia, Dilmoni Citra Mebel Indonesia, Gajah Tunggal, Multistrada Arah Sarana, Indonesia Epson Industry, dan Samsung Electronics Indonesia. Selanjutnya, Komatsu Undercarriage Indonesia, Koyorad Jaya Indonesia, Maxindo Karya Anugerah, dan Indo Porcelain.

“Seluruhnya produk manufaktur, bukan komoditas mentah,” tegas Menperin. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus mengoptimalkan nilai tambah produk dalam negeri serta memacu devisa negara melalui peningkatan ekspor. Kegiatan ini menunjukkan pula bahwa iklim usaha di Indonesia berjalan baik yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komoditas nonmigas yang diekspor tersebut diangkut menggunakan Kapal CMA CGM Tage, memiliki kapasitas mencapai 10.000 twenty-foot equivalent units (TEUs). Kapal berbobot sebesar 95.263 gross tonnage (GT) dan berukuran panjang hingga 300 meter ini merupakan satu dari beberapa kapal raksasa yang kini secara rutin berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Pengiriman sekarang ini sebanyak 4.300 TEUs. Ke depannya, kami akan terus dorong untuk semakin bertambah,” ucap Airlangga. Untuk itu, pemerintah tengah berupaya untuk membuat perjanjian dagang khusus dengan Amerika Serikat. “Karena, 40 persen muatan kapal tersebut masih kena bea masuk 10-20 persen,” lanjutnya.

Kerja sama bilateral

Menperin berharap, dengan adanya kerja sama bilateral, tarif bea masuk nantinya untuk komoditas ekspor Indonesia ke Amerika Serikat bisa dihapuskan atau nol persen. Pasalnya, ekspor Thailand dan Vietnam ke Negeri Paman Sam tersebut sudah nol persen.“Tren perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat, positif dan naik terus. Direct call akan didorong kalau ekonomi kedua negara bisa melakukan early harvest. Mereka produksi kapas dan gandum, dan bisa dibarter dengan produk sepatu ataupun tekstil kita,” paparnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, neraca perdagangan RI dengan AS mengalami surplus pada dua tahun belakangan ini. Pada 2016, surplus sekitar USD8,47 miliar, sementara tahun 2017 surplus sebesar USD9,44 miliar. Khusus untuk ekspor, total nilai ekspor nonmigas mencapai USD15,68 miliar pada 2016, sedangkan di tahun 2017 meningkat menjadi USD17,14 miliar. D

Dengan adanya perjanjian perdagangan internasional, Menperin meyakini, akan membuat eksportir Indonesia mendapatkan peluang lebih besar untuk semakin memperkenalkan dan menjual produknya ke berbagai belahan dunia. “Upaya ini juga akan menjadi pemicu naiknya produktivitas dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri,” jelasnya.

Setelah Amerika Serikat, Menperin menambahkan, pihaknya bakal membidik pasar ekspor langsung dari Jakarta menuju Rotterdam, Belanda. “Karena, pintu ekspor kita di Eropa itu Rotterdam. Jadi, kalau kapal ini bisa direct lagi dari Jakarta, semakin bersaing biayanya,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, salah satu komoditas nonmigas yang diutamakan untuk terus tembus ke pasar ekspor Eropa adalah minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya. “Ini tergantung dari perkembangan produknya itu sendiri. Komoditas ini harapannya, seperti CPO, tidak lagi dihambat,” tegasnya.

Produk manufaktur lainnya, yakni tekstil dan produk tekstil serta alas kaki yang masih menjadi produk andalan nasional dalam era ekonomi digital. “Berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0, produk clothing dan sepatu yang akan fokus diprioritaskan pengembangannya pada revolusi industri keempat. Apalagi,  untuk daya saing produk alas kaki kita sudah masuk nomor enam di dunia, sehingga potensinya besar untuk perluasan pasar ekspor,” pungkasnya.

Pada triwulan I tahun 2018, industri tekstil dan pakaian merupakan salah satu sektor manufaktur yang kinerjanya di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dengan mencapai 7,53 persen. Selain itu, terdapat industri mesin dan perlengkapan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,98 persen.

Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh hingga 12,70 persen, industri logam dasar 9,94 persen, serta industri alat angkutan 6,33 persen. Pada kurtal pertama tahun ini, industri pengolahan nonmigas tercatat tumbuh sebesar 5,03 persen, naik dibanding periode yang sama tahun 2017 sekitar 4,80 persen.


Survei: 45 Persen Penduduk Jakarta Tinggal di Rumah Warisan

image

JAKARTA - Meski masuk dalam kriteria kebutuhan pokok, tempat tinggal masih saja menjadi isu yang belum teratasi dengan baik. Edukasi, terlebih soal pembiayaan, membuat banyak orang masih menunda pembelian huniannya.

Dalam sentiment survey kali ini, Rumah123 menemukan fakta bahwa nyaris 45 persen penduduk Jakarta tidak tinggal di rumah yang mereka bisa beli sendiri. Berdasarkan data yang dioleh tim Business Intelligent Rumah123, meski tinggal di rumah yang berlabel milik sendiri, hunian tersebut didapat dari hasil warisan keluarga.

Country General Manager Rumah123, Ignatius Untung menjelaskan hasil survei yang terbilang masih sangat mengkhawatirkan. “Mereka yang memiliki penghasilan bulanan baik di bawah atau di atas Rp10 juta tetap kesulitan membayar DP,” kata Untung dalam pemaparan Sentiment Survey H-I/2018 di kantor Rumah123 di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

“Betul, pengakuan tinggal di rumah sendiri, namun rumah tersebut mereka peroleh dari warisan. Bukan dibeli dengan uang mereka sendiri,” ujar Untung memaparkan.

Berdasarkan data, besaran uang muka atau down payment (DP) ternyata masih menjadi momok di semua kelompok penghasilan. “Jadi kurang tepat jika berpikir hanya mereka dengan penghasilan kecil yang kesulitan menyediakan dana untuk pembayaran DP.”

Jika mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan kesulitan membayar DP lantaran kurangnya penghasilan, berbeda dengan yang di atas Rp10 juta. Golongan berpenghasilan terbilang besar ini cenderung kesulitan membayar DP karena “terlilit” utang. Sebut saja credit card, Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Menariknya, ada tren definisi investor terkini. Meski baru membeli properti untuk kali pertama, milenial sudah menggolongkan dirinya sebagai investor, bukan lagi first home buyer. “Responden milenial sudah cukup sadar bahwa properti memiliki return yang bagus. Jadi, meski bukan hunian idamannya, saat mampu membeli sebuah properti, maka mereka akan berpikir itu sebagai bentuk investasi,” ujar country general manager anak perusahaan REA Group Australia ini menambahkan.

Data menunjukkan bahwa 60,32% milenial di rentang usia 22-28 tahun mencari hunian sebagai bentuk investasinya. Sementara 39, 68% lainnya belum berencana sedikitpun. Meningkat cukup banyak, setidaknya ada 75% milenial di rentang usia 29-35 yang mulai mencari hunian investasi.

Pola pikir pragmatis juga cukup mewarnai keputusan pembelian properti dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini cenderung terjadi pada masyarakat di golongan penghasilan di bawah Rp10 juta yang rela membayar cicilan dengan bunga lebih tinggi selama proses pengajuannya tidak terlalu sulit.

Sentiment Survey H-I/2018 ini melibatkan 1.922 responden selama periode 13 Maret-27 April 2018. Responden berasal dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. 


Gerakan Inovasi Koperasi dan UKM di Kulon Progo Dapat Pengakuan Dunia

image

JAKARTA - Gerakan inovasi untuk koperasi dan bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) di Kulon Progo, DI Yogyakarta telah mendapatkan pengakuan dunia dalam forum PBB.

Pengakuan tersebut diberikan setelah Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dilantik sebagai Special Member of ICSB Indonesia oleh Prof Kim Kichan, Honorary Founding Chairman of ACSB, President of ICSB 2015-2016 di Markas PBB New York.

Bupati Hasto Wardoyo mewakili Asia akan berbicara bersama beberapa walikota lain di dunia dalam forum International Council for Small Business (ICSB) yang akan digelar di Kantor Pusat PBB pada 10-12 Mei 2018 dengan tema Humane Entrepreneurship.

Bupati Kulon Progo sekaligus diminta untuk berbicara terkait gerakan ekonomi kerakyatan dan pelayanan masyarakat yang dilakukan di wilayahnya. Seiring dengan itu, berpidato pula dalam forum tersebut Walikota Comune Di Morigerati, Cono D’Elia (Italy) dan Walikota Quebec City, Regis Labeaume (Canada).

Hasto menegaskan gerakan inovasi di wilayahnya harus bisa menjadi contoh yang direplikasi di daerah lain karena sudah diakui dunia. "Bahwa kita harus selalu kreatif dalam memajukan ekonomi kerakyatan dan melayani masyarakat," katanya.

Ia berpendapat jika dalam bidang bisnis ada kemajuan maka tidak sekadar mencari dan memenuhi kebutuhan sebanyak-banyaknya keuntungan material akan tetapi harus mencapai nilai-nilai kemanusiaan secara luas.

"Maka dalam penyelenggaraan pemerintahan juga ada 'new public management' yang tidak sekadar bisa mewujudkan kesejahteraan secara material dengan banyaknya program tapi harus bisa membahagiakan masyarakat," katanya.

Menurut dia, para pelaku bisnis tidak cukup dengan kehidupan sejahtera semata tetapi harus diserta dengan indeks kebahagiaan sebagai ukuran. "Kami membangun di Kulon Progo dengan pola pikir tersebut sehingga pemberdayaan koperasi dan gotong royong menjadi pilar utama dalam membangun daerah," ujar Hasto.

Dalam forum yang dihadiri perwakilan dari berbagai negara di dunia ia menyampaikan bahwa koperasi di Kulon Progo bahkan bisa menjalin kerja sama denga toko ritel modern. Bahkan ritel modern tidak mampu bersaing menyesuaikan diri dan diganti toko milik koperasi/rakyat dengan nama Toko Milik Rakyat (TOMIRA).

"Begitu juga saya sampaikan bahwa perusahasn rakyat seperti PDAM di Kulon Progo mampu membuat air minum dalam kemasan sendiri sebagai wujud air rakyat untuk rakyat," ungkapnya.

Selain itu untuk keperluan beras sejak 2014, Bulog tidak lagi memasok rastra ke Kulon Progo melainkan memberikannya dalam bentuk uang kepada petani, UMKM, gabungan kelompok tani, serta koperasi petani sebesar Rp47 miliar pertahun. Kegiatan lain yakni pengembangan batik sebagai produk unggulan rakyat yang diwajibkan agar dikenakan oleh para siswa dan PNS di Kabupaten Kulon Progo.

"Gotong royong bedah rumah mampu mengatasi masalah tanpa serupiah pun dari APBD dan APBN. Gotong royong memang sakti," katanya. Pada kesempatan itu, ia menyambut baik dengan disematkan namanya sabagai anggota anggota istimewa ICSB.

"Ini menjadi tanggung jawab baru bagi saya untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan lebih baik lagi di Kulon Progo tentunya, ini menambah motivasi yang tidak kecil bagi saya," pungkasnya.

Kejar Target Produksi, Kemetan Kembangkan Varietas Padi Inpago 9

image

JAKARTA - Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus tingkatkan produksi padi nasional. Setelah pada tahun 2016 produksi padi capai 79,35 juta ton dan tahun 2017 capai 81,07 juta ton,Kementan menargetkan produksi pada tahun ini bisa mencapai 81,2 juta ton. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menggenjot produksi adalah mengembangkan varietas padi dengan produktivitas tinggi. Varietas unggulan yang turut dikedepankan Kementan saat ini adalah varietas inpago 9.

Inpago 9 merupakan salah satu varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan untuk lahan kering.  Untuk meningkatkan luasan lahan tanam padi, Kementan saat ini tengah menggencarkan pemanfaatan lahan suboptimal termasuk lahan kering. “Saat ini, sekitar 90 persen produksi padi dihasilkan di lahan sawah. Padahal pemanfaatan lahan kering untuk budidaya padi memiliki potensi yang masih sangat besar. Padi gogo bisa ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain, seperti singkong dan jagung, ataupun dengan tanaman tahunan seperti jati, kelapa dan karet,” tutur Kepala BBP Padi Ismail Wahab.

Saat ini, Kementan melalui Badan Litbang Pertanian menggencarkan pengembangan berbagai varietas padi inpago. Salah satu varietas padi gogo unggulan yang telah dikembangkan Kementan adalah varietas padi inpago 9. Kepala BB Padi Dr Ismail Wahab mengungkapkan bahwa berdasarkan areal tanam produksi benih klas SS di lahan sawah Kebun Percobaan Pusakanegara, Subang, produktivitas varietas inpago 9 mencapai 8 - 9 ton per hektare. ”Potensi yang dimiliki varietas ini sangat menjanjikan karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6-7 ton per hektare,” ungkap Ismail.

Varietas inpago 9 dianjurkan untuk ditanam di lahan subur wilayah Jawa dan lahan podsolik merah kuning (PMK) seperti di wilayah Lampung. Pada panen yang dilakukan di Desa Banjareo dan Desa Puliharjo, Kecamatan Puring, Kab. Kebumen awal tahun ini, petani mengaku terkesan dengan performa Inpago 9. Petani bahkan optimis target produktivitas 10 ton per hektare dapat tercapai. “Inpago 9 memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit blas. Selama ini, penyakit blas merupakan momok yang menakutkan bagi petani padi ladang kering,” ucap Ismail.

Untuk melengkapi pengembangan varietas inpago 9 maupun varietas padi gogo lainnya, Kementan juga menyiapkan paket teknologi LARGO Super. Melalui paket teknologi ini, petani dikenalkan dengan beragam teknologi pendukung, di antaranya sistem larikan gogo, yaitu jarak tanam yang memungkinkan proses fotosintesis lebih optimal. Selain itu, petani juga dikenalkan dengan penggunaan alat tanam tebar benih langsung dan pemberian pupuk hayati berupa pupuk berbasis mikroba non patogenik yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.

Dalam paket ini pula, petani dianjurkan untuk menggunakan bioprotektor untuk mengendalikan hama pada pertanaman padi.

Ismail mengharapkan pengembangan varietas inpago 9 yang dibarengi penerapan paket teknologi Largo Super dapat mendongkrak produksi padi di lahan kering. “Dengan pengembangan varietas inpago dan paket teknologinya, kami harapkan produksi padi di lahan kering dapat meningkat sehingga secara keseluruhan produksi padi nasional pun bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Menperin Sebut Santri Berperan Kembangkan Industri

image

JAKARTA - Pondok pesantren (ponpes) memiliki potensi dalam mendukung implementasi revolusi industri keempat di Tanah Air. Hal ini berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, di mana salah satu langkah prioritas nasional yang perlu dijalankan adalah memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selama ini ponpes turut berperan mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat sudah banyak yang mendirikan koperasi, mengembangkan berbagai unit usaha baik skala kecil maupun menengah, bahkan ada yang memiliki inkubator bisnis,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi stelah mendampingi Presiden Joko Widodo kunjungan kerja di Ponpes Bayt Al-Hikmah, Pasuruan, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Menperin, pihaknya tengah gencar melaksanakan kegiatan penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di lingkungan pesantren, yang dinamakan program Santripreneur. “Hampir 70 persen, pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. Ini merupakan modal yang cukup kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ungkapnya.

Airlangga menambahkan, ponpes berpotensi besar menciptakan wirausaha baru dan menumbuhkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). “Ini tentu anugerah dari Allah SWT yang harus kita syukuri bersama. Potensi kita sangatlah besar dengan ditopang oleh banyaknya kampus dan pesantren di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia,” imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama, selama tahun 2014-2015, di Indonesia terdapat 28.961 ponpes yang tersebar di seluruh provinsi dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang. Dari total ponpes tersebut, sebayak 23.331 ponpes atau 80 persen di antaranya berada di 4 provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten.

Dengan perkembangan era digital saat ini, Menperin optimistis, para santri mampu menjadi agen perubahan yang strategis dalam membangun bangsa dan perekonomian Indonesia di masa mendatang. “Untuk itu, santri kita harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, baik agama maupun wirausaha. Mereka yang mayoritas generasi milenial, juga perlu menguasai teknologi terkini,” tuturnya.

Apalagi, sampai 10 tahun ke depan, Indonesia akan menikmati bonus demografi atau momentum ketika penduduk didominasi oleh usia produktif (usia 15-64 tahun mencapai 70 persen). “Saat ini, ekonomi Indonesia di peringkat ke-16 dunia. Kami yakin, sesuai aspirasi di dalam Making Indonesia 4.0, Indonesia bisa menjadi negara yang berada dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Kemenperin berkomitmen mendukung pengembangan IKM nasional di era ekonomi digital, dengan membangun platform e-commerce yang dinamakan e-Smart IKM. “Kami telah kerja sama dengan sejumlah marketplace dalam negeri untuk memberikan workshop e-Smart IKM ke beberapa daerah di Indonesia. Adik-adik para santri juga harus memanfaatkan peluang ini,” ujar Airlangga.

Hingga saat ini, sebanyak 1.730 pelaku IKM telah mengikuti workshop e-Smart IKM. Sampai tahun 2019, Kemenperin menargetkan dapat mengajak hingga 10 ribu pelaku IKM seluruh Indonesia untuk mengikuti lokakarya tersebut.

“Kami juga akan membangun sentra-sentra teknologi dalam rangka meningkatkan akses IKM terhadap akuisisi teknologi dan memberikan dukungan mentoring untuk mendorong inovasi,” paparnya.

Dirjen IKM Gati Wibawanigsih mengatakan, pihaknya menargetkan 18 ponpes yang akan menjadi percontohan dalam pelaksanaan program Santripreneur pada tahun 2018. Ponpes tersebut meliputi delapan di wilayah Jawa Barat, lima di Jawa Tengah, dan lima di Jawa Timur.

“Dalam implementasi Santripreneur ini, kami memiliki dua model penumbuhan wirausaha industri baru dan pengembangan unit industri di ponpes, yaitu Santri Berindustri dan Santri Berkreasi,” jelasnya.

Santri Berindustri merupakan upaya pengembangan unit industri yang telah dimiliki oleh ponpes maupun penumbuhan unit industri baru yang potensial. Langkah ini diharapkan mendorong unit industri tersebut menjadi tempat magang para sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Sedangkan, model Santri Berkreasi merupakan program kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengembangan potensi kreatif para santri maupun alumni yang terpilih dari beberapa ponpes untuk menjadi seorang profesional di bidang seni visual, animasi dan multimedia sesuai standar industri saat ini.

Kepada Ponpes Bayt Al-Hikmah di Pasuruan, Kemenperin memberikan sejumlah bantuan untuk pembangunan fasilitas dan mendorong tumbuhnya wirausaha, antara lain dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Kimia, Tekstil dan Aneka (IKTA) berupa keramik yang dibutuhkan senilai Rp550 juta.

Kemudian, Ditjen Industri Logam Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menyumbangkan sebanyak 50 buah laptop senilai Rp300 juta, atap baja ringan senilai Rp250 juta, pelatihan perbengkelan purna jual serta 1 unit Sepeda Motor dari Astra Honda Motor dan 2 unit sepeda motor PT Triangle motorindo senilai Rp1,2 miliar.

Ditjen IKM memberikan 1 set alat pengolahan roti beserta program bimbingan teknis senilai Rp400 juta. Total bantuan yang diberikan Kemenperin diperkirakan mencapai Rp2,7 miliar. (PAJ)