sponsor

Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Blog Archive

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

Dukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pertamina Garap Ekonomi Pesantren

image

Serang - Upaya Pertamina mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui program tanggung jawab sosialnya, semakin diperluas melalui jalur Pesantren.  Salah satunya melalui program kegiatan perekonomian di Pesantren, yang diwujudkan dalam bantuan program usaha mikro. Program usaha yang berbentuk toko tersebut, nantinya juga akan menjadi outlet yang menyediakan produk Pertamina dari BBM, LPG, Pelumas, dll.

Hari ini Pertamina menyerahkan bantuan secara simbolis ke Ponpes An-Nawawi Tanara, Serang yang dilakukan oleh  Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati dan disaksikan Menteri BUMN, Rini Soemarno kepada pengasuh Pondok Pesantren  An- Nawari Tanara.

Menurut Nicke Widyawati, bantuan pemberdayaan ekonomi pesantren ini merupakan komitmen Pertamina sebagai BUMN yang  selalu hadir untuk melayani masyarakat di seluruh wilayah tanah air. 

“Kami harapkan nantinya outlet yang akan berdiri di Pondok Pesantren akan meningkatkan kemandirian pesantren melalui pemberdayaan ekonomi, mendorong penyebaran produk Pertamina yang lebih menjangkau masyarakat sekaligus menanamkan rasa cinta produk anak bangsa, “jelasnya melalui keterangan resmi, Kamis (24/5/2018).

Selain itu, Pertamina juga membantu renovasi ponpes Al Istiqomah di Kecamatan Grogol, Cilegon.

Pemerintah Fasilitasi Koperasi Kembangkan Produk Unggulan Berbasis Kelapa

image

PANGANDARAN - Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi kemitraan Koperasi Produksi Mitra Kelapa (KPMK) Pangandaran, Provinsi Jawa Barat dengan anak perusahaan Astra Group, PT Rekadaya Multi Adiprima untuk mengoptimalkan pengolahan berbagai produk berbasis kelapa.

Ditargetkan produk berbasis kelapa tersebut akan menjadi produk unggulan dan brand terbaru bagi Kabupaten Pangandaran dalam beberapa bulan ke depan. Tidak hanya diolah menjadi tepung kelapa dan sabun mandi, namun serat dan serabut kelapa diolah menjadi produk furniture, triplek dan kasur.

Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Abdul Kadir Damanik mengatakan, kelapa tidak hanya dimanfaatkan buahnya untuk kebutuhan konsumsi saja, namun dikembangkan menjadi produk lain yang ramah lingkungan berbahan baku yang berasal dari serat dan serabut kelapa.

"Potensi yang dimiliki Kabupaten Pangandaran sangat besar. Kita ingin memberdayakan ekonomi rakyat dan melibatkan orang banyak. Saat ini Koperasi (KPMK) Pangandaran sudah memanfaatkan serat dan sabuk kelapa, dan kita dorong agar bisa diolah menjadi produk jadi tidak hanya menghasilkan dan menyuplai bahan baku atau material mentah saja," kata Abdul Kadir Damanik didampingi Ketua KPMK Pangandaran Yohan Wijaya, Chief Executive of Business Development and Coorporate Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya dalam kunjungan ke Sentra Pengolahan Kelapa KPMK di Pangandaran, Selasa (23/5/2018).

Menurut Abdul Kadir Damanik, pihaknya sebelumnya sudah mempertemukan pelaku usaha antara KPMK Pangandaran dengan Rekadaya Multi Adiprima di Bogor pada tanggal 12 Mei 2018 lalu. "Sekarang langsung ditindaklanjut dengan mengunjungi pusat pengolahan kelapa ini. Kita ingin koperasi tidak hanya menyuplai bahan baku. Tapi ini bisa menjadi bahan baku bagi produk lain semacam industri kreatif. Nanti dari sisi teknologi akan dipersiapkan Rekadaya dan lainnya," ujar Abdul Kadir Damanik.

image

Dia mengatakan, serat dan serabut kelapa bisa diolah menjadi bahan baku pengganti triplek, produk furniture maupun kasur. "Nanti bisa menjadi brand Pangandaran seperti triplek dan kasur Pangandaran yang berbahan baku serat dan serabut kelapa. Sekarang orang mengenal kasur Palembang, tapi nanti kasur Pangandaran yang lebih empuk dan nyaman," kata Abdul Kadir Damanik.

Selama ini, kata dia, material serabut kelapa telah diekspor ke berbagai negara seperti China dan negara lainnya. Untuk itu, program kemitraan yang dijalin saat ini bertujuan untuk mendorong agar koperasi bisa lebih memperoleh manfaat dan nilai tambah dari olahan atau produk kreatif. "Baru-baru ini diekspor 2 kontainer ke China. Kita dorong ada industri hilir bisa berkembang. Banyak yang bisa diproses dengan teknologi yang tepat guna," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KPMK Pangandaran Yohan Wijaya menjelaskan, koperasi telah mengolah buah kelapa menjadi tepung kelapa dengan kapasitas mencapai minimal 5 ton per bulan dan harganya Rp25. 000 per kilogram (kg). Kemudian diolah menjadi Coco chip dengan kapasitas produksi 6 ton per bulan dengan harga jual sekitar Rp20. 000 per kg. "Untuk tepung kelapa inj kita sudah ekspor ke Kanada dengan perusahaan lain dan menyuplai perusahaan makanan di dalam negeri, ya ada yang diolah menjadi biskuit aroma dan rasa kelapa," ujarnya.

Selain itu, KPMK juga mengolah kelapa menjadi sabun mandi cair dan batangan dengan dicampur aroma sereh wangi. "Produksi sabun mandi menyesuaikan dengan produksi minyak, sedikitnya sabun cair 4 liter per hari dan 60 batang sabun per hari," ujarnya.

Terkait omzet usaha, Yohan Wijaya mengaku koperasi yang dipimpinnya telah memulai kegiatan sejak 2011 dengan dibantu 17 tenaga kerja ini memiliki omzet hampir satu miliar per bulan. Yaitu, produk tepung kelapa mencapai Rp500 juta per bulan, arang batok kelapa sekitar Rp30 juta, coco fiber sebesar Rp100 juta, nata Coco mencapai Rp 200 juta dan ditambah dari sabun cair dan batang yang dijual ke anggota koperasi.

Lebih jauh dia mengatakan, program pengembangan usaha koperasi sangat terbantu dengan adanya program kemitraan.

"Kita suplai bahan baku dan kita pun menjadi distributor dari produk yang diolah bersama Rekadaya. End product nanti akan diproduksi di Pangandaran, sehingga memberikan manfaat lebih besar dengan penyerapan tenaga kerja," katanya.

Dia menambahkan, para pemangku kepentingan dan masyarakat di 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran siap mendukung program industri hilir ini," ujarnya.

Senada dengan Abdul Kadir Damanik, Yohan Wijaya optimistis produk olahan yang berasal serbuk dan serabut kelapa sawit bisa segera diproduksi. "Ya ini akan menjadi brand bagi Pangandaran, akan ada pengganti triplek seperti triplek dari serbuk dan serabut kelapa dan kasur Pangandaran. Nantinya ini bisa menjadi contoh dan pilot project nasional juga," katanya.

Socialpreneur Baru

Sementara itu, Chief Executive of Business Development and Coorporate Rekadaya Multi Adiprima, Farri Aditya memperkirakan produk triplek, kasur serta produk furniture berbahan baku serat dan serabut kelapa bisa diproduksi secara bertahap mulai 2 bulan ke depan.

Pihaknya akan mempersiapkan teknologi yang dimiliki untuk membangun industri hilir tersebut. "Koperasi Produksi Mitra Kelapa ini semacam IKM-nya (industri kecil) dan kita sebagai industri menengahnya," kata dia.

Program kemitraan koperasi ini, menurut dia, akan menghidupkan socialpreneur baru dengan membangun komunitas berdasarkan keunggulan daerah, yakni serat kelapa yang sudah ada akan dibentuk usaha di bidang itu sendiri.

"Modal dasar sudah ada. Mesin dan bahan baku tersedia. Tinggal menyuplai dan mengolah jadi produk. Pangandaran nanti akan jadi contoh se-Jawa Barat, bahkan bisa jadi contoh pengembangan industri nasional," kata Aditya.

Saat ini, pihaknya akan terus berdiskusi tentang branding produk. Selanjutnya, produk berupa furniture bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta juga diproyeksikan bisa memperluas ke otomotif seperti komponen lapisan pintu dan lainnya. "Penyediaan teknologi yang dibutuhkan akan terus disiapkan, sekaligus juga mempersiapkan jalur distribusi produk," kata Aditya.

Berkat Program Wirausaha Pemula, Pengusaha Muda Asal Yogyakarta Bangkit dari Kegagalan


image
JAKARTA - Bantuan Program Wirausaha Pemula (WP) dari Kementerian Koperasi dan UKM memberi manfaat nyata bagi pengembangan UKM. Itulah yang dirasakan oleh M Iqbal Nur Ristiyanta (21). Mahasiswa UNY Yogyakarta ini sudah bisa mengelola usahanya sendiri, dengan omset rata-rata perhari Rp 900.000-Rp 1 juta.

Iqbal membuka usaha Cafe Wakinem Coklat di Plaza Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta.

image

Sebelum berkembang seperti sekarang ini, Iqbal sempat merintis usaha keripik coklat hingga mengalami jatuh bangun. Tetapi karena jiwa kreatifitasnya dalam mengelola usaha membuat dia bisa bangkit kembali.

“Pertama, dulu kita mulai usaha tuh gagal karena kita menjual keripik coklat sebelum menjual coklat. Keripik coklat dulu namanya sempat coklat pasto. Habis itu saat kita menjual itu kalah pamor dengan coklat-coklat yang sudah ada di pasaran seperti coklat silverqueen, coklat delfi dan sebagainya,” ceritanya.

Setelah usahanya gagal, Iqbal lalu memutar otak dengan mengubah nama produknya dengan nama yang kejawaan, yaitu Wakinem. Setelah berganti nama orang mulai ramai membelinya. Awalnya dari rasa penasaran membuat orang-orang sekitar kampus pun mulai suka dengan jajanan Coklat Wakinem milik Iqbal.

“Lalu kita coba mengembangkan bisnis tidak cuma hanya menjual coklat batang, tetapi juga menjual berbagai minuman berbahan dari coklat yaitu Wakinem Cafe,” ujar Iqbal.

Dulu Cafe Wakinem awalnya hanya menjual minuman lalu Iqbal menangkap peluang pasar yang baru. Ternyata permintaan pasarnya berbeda, mereka ingin sesuatu yang bisa sambil nongkrong, dan sambil makan-makanan ringan. Akhirnya Iqbal berinisiatif mengembangkan usaha coklat batangan, bahkan juga merambah ke industri franchise.

Di saat usahanya sedang berjalan, datanglah bantuan Program WP dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Iqbal mendapat kucuran dana sebesar Rp 13 juta untuk pengembangan usahanya. Iqbal sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut. Perjuangan untuk mendapatkan WP harus melalui proses seleksi yang cukup ketat. Saat itu hampir 200 orang dari berbagai kalangan mengikuti seleksi, namun akhirnya nama Iqbal terpilih bersama 19 orang lainnya.

“Ceritanya dulu ada informasi dari kampus tentang seleksi internal, dulu dari seluruh mahasiswa wirausaha itu disaring sekitar ada  30 orang dari seluruh program. Kan di UNY sendiri banyak program wirausaha ada PMW, ada inkubator wirausaha dan ada juga program-program seperti yang diselenggarakan oleh kementerian,” katanya.

Bantuan dana itu akhirnya dipergunakan betul untuk pengembangan bisnisnya. Selain membeli peralatan usaha seperti kompor dan kulkas freezer, Iqbal ingin membuat gerobak sehingga bisa menjual coklat Wakinem di berbagai area, tidak hanya di Plaza UNY saja dan ingin pula membuka cabang di tempat lain. Keinginan ini yang belum tercapai hingga saat ini lantaran masih terkendala.

“Saya pengembangannya itu ingin jadikan Wakinem di sini sudah lumayan overloaded ya. Jadi kalau misalnya siang seperti itu suka rame jadi saya ingin kembangin buat gimana caranya buka cabang-cabang kecil, gerobak-gerobak kecil yang nantinya saya sebarkan di berbagai area agar namanya bisa semakin mumbul dan di situ nanti dapat penghasilan sedikit demi sedikit dari gerobak itu,” ucap dia.

Iqbal menyebut bantuan Program WP dari Kementerian Koperasi dan UKM sangat bagus. Program tersebut tidak hanya memberi uang sebagai tambahan modal, namun juga dibarengi dengan pembinaan dan pelatihan pengembangan sumber daya manusia, maupun pengawasan kegiatan usaha.

“Jadi mereka benar-benar bertanggung jawab dan menurut saya program seperti ini sangat bagus apalagi untuk kita pemuda-pemuda yang masih berwirausaha yang jaman sekarang itu yang namanya orang ingin berwirausaha kan gengsinya besar. Nah kalau orang jualan kan pasti malu,” tukas Iqbal.

Ia menjalani usahanya ini sudah hampir 4 tahun dengan menjual dua jenis produk yakni Cafe Wakinem yang dijual di Plaza UNY dan Coklat Wakinem dan Kurma Coklat yang pabriknya ada di Bantul. Usaha Coklat Wakinem sendiri Iqbal dibantu tiga rekannya yang masing-masing berperan sebagai pembuat, marketing dan bagian keuangan.

Dengan pembinaan dari Kementerian Koperasi dan UKM sangat membantu Iqbal mengembangkan jiwa wirausahanya, tidak hanya dengan permodalan saja, tetapi juga pembentukan mindset bagaimana bisa menjadi seorang wirausaha yang gigih dan tidak takut dengan kegagalan.

“Jadi program yang diselenggrakan Kementerian Koperasi dan UKM ini tidak hanya semata-mata memberikan uang, tetapi juga memberikan saya pengembangan diri yang menurut saya itu once in a lifetime gitu. Jadi itu sangat berharga buat saya karena ilmu yang saya dapatkan itu membuat saya tau apa yang harus saya lakukan dan bagaimana untuk mengelola bisnis saya,” katanya.

Bantuan Wirausaha Pemula Buat Usaha UKM Lebih Mandiri

image

JAKARTA - Haryati Soeroso (45) sedang menikmati hasil kerja kerasnya sebagai seorang pelaku usaha. Perempuan asal Sleman Yogyakarta itu mampu meraup keuntungan Rp 15 juta setiap bulan. Padahal awalnya saat memulai usaha bersama teman-temannya, Haryati hanya membukukan Rp 2-3 juta perbulan saja.

Hasil itu diperoleh setelah Haryati mendapat bantuan Wirausaha Pemula (WP) sebesar Rp 13 juta dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2017. Dana itu memang sangat membantu hingga dia mampu mengelola usahanya dengan baik.

“Awalnya usaha saya itu bareng-bareng sama teman-teman untuk memproduksi batik, tapi setelah saya mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM saya bisa usaha secara mandiri. Jadi bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM sangat-sangat bermanfaat untuk saya. Saya mengucapkan banyak terima kasih. Kedepannya usaha saya semakin lancar,” kata Haryati.

Usaha Kecil dan Menengah seperti Haryati ini memang perlu mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menunjang usahanya. Apalagi di tengah gempuran produk global, membuat produk UKM sulit berkembang bila tidak dibantu dengan perkuatan modal.

Berkat bantuan yang diperoleh, usaha Batikque Batik Haryati berkembang pesat. Setiap bulan ia mampu memproduksi 50 buah batik atau meningkat 100 persen dari sebelumnya. Ia tak sia-siakan bantuan yang didapat. Ia membangun usahanya dengan membeli etalase, bahan baku, dan bak celup untuk membatik.

“Kalau dulu saya menyelupnya itu masih pakai ember kecil. Jadi saya harus jongkok, tapi sekarang karena saya mempunyai bak itu jadi saya bisa berdiri sambil mencelup,” cerita Haryati.

Haryati memulai usaha sejak tahun 2016. Saat itu ia masih bergabung bersama beberapa temannya. Tetapi bisa dibilang usahanya biasa-biasa saja, alias jalan di tempat. Dia belum punya rencana usaha lain setelah apa yang dia lakukan tidak berkembang. Pada akhirnya dia diusulkan dari dinas setempat sebagai salah satu penerima bantuan WP.

WP membuka jalan baginya untuk berkembang. Apalagi perempuan yang tinggal di Papringan Bedog RT 6 RW 25 Trihanggo Gamping Sleman itu, sudah sering mengikuti berbagai pelatihan, sehingga mudah baginya untuk mengelola modal yang diberikan dari pemerintah.

“Setelah mendapatkan bantuan itu saya memperbanyak produksi saya, kalau kemaren sebelumnya saya hanya mampu memproduksi sekitar 25 potong perbulan, dengan bantuan itu sebagian dari dan bantuan saya belikan material,” ungkap Haryati.

Setelah produknya meningkat Haryati membuka jaringan usaha. Batik hasil karyanya mulai dijajakan di beberapa rumah makan, hotel, showroom, maupun display pameran, selain di tempat tinggal sendiri. Uang hasil usaha itu lalu diputarkan kembali menjadi modal usaha. Alhasil keuntungan yang sudah didapat kian bertambah.

“Setelah saya memasukan di sana penjualannya lumayan asal kita terus produksi pasti ada pemasukan seperti itu.
Kalau dulu kan masih ikut pameran-pameran yang namanya rezekinya itu gak bisa dapat langsung tetapi beberapa tahun, beberapa bulan kemudian tiba-tiba ada pembeli itu kan dari pameran juga. Tapi untuk keuangan yang pasti itu dari rumah makan,” katanya.

Ada dua jenis batik yang di jual Haryati, yakni batik tulis dipatok harga antara Rp 500-1 juta dan batik kombinasi cap/tulis dipatok harga antara Rp 100 ribu-250 ribu per satuan.

“Warnanya saya fokus ke warna alam tetapi sintesis kalau ada yang pesan ya tetap karena banyak yang suka sintesis juga, tapi pelan-pelan saya warna alam ini sudah mulai disuka kalau dulu sulit,” akuinya.

Di tempat usahanya, Haryati mempekerjakan tiga orang karyawan. Setiap hari mereka bekerja secara bergantian, dengan peran yang berbeda-beda dibantu Haryati bersama suaminya. Haryati merasa senang sudah lebih mandiri dari sebelumnya karena memiliki usaha sendiri.

“Setelah saya mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM saya bisa usaha secara mandiri. Jadi bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM sangat-sangat bermanfaat untuk saya. Saya mengucapkan banyak terima kasih. Ke depannya usaha saya semakin lancar,” katanya dengan penuh harapan.

Didukung Program Kemenkop UKM, Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 Triliun. 

Didukung Program Kemenkop UKM, Kinerja Usaha Mikro Kabupaten Garut Capai Rp 1,79 Triliun.

image

GARUT -  Kabupaten Garut, Jawa Barat memiliki jumlah usaha mikro yang cukup banyak mencapai 53.431 unit. Omzet yang diperoleh usaha mikro tersebut hingga Rp1,79 triliun pada 2017 naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,56 triliun.

Capaian kinerja usaha mikro tersebut diakui Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Eko Yulianto berkat berbagai program yang digulirkan Kemenkop UKM.

"Pencapaian omzet berasal dari usaha mikro saja, di luar usaha skala menengah. Dalam statistik ekonomi Garut ini sebesar 97 persen adalah usaha mikro," kata Eko Yulianto, Selasa (22/5/2018).

Eko mengungkapkan perkembangan usaha mikro dan usaha menengah juga terus menunjukan kemajuan yang relatif cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Bahkan, usaha mikro mampu menyerap 374.017 orang tenaga kerja.

Sejumlah program Kemenkop UKM yang disebutnya mendongkrak omzet usaha mikro, antara lain program Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang mampu memberikan kemudahan dan payung hukum bagi pelaku usaha, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program Wirausaha Pemula (WP), serta Program Koperasi Pemula (KP). 

Dengan program IUMK yang terus dijalankan, maka pelaku usaha mampu mengakses pembiayaan dari perbankan. "Program IUMK dari Kementerian Koperasi dan UKM dan dijalankan di daerah ini sangat membantu usaha mikro. Mereka bisa mengajukan KUR dan pembiayaan atau permodalan lainnya," ujarnya.

Eko Yulianto mengatakan, serapan KUR Kabupaten Garut pada 2017 mencapai Rp 480 miliar dan pada tahun ini diperkiraan akan semakin tinggi penyerapannya. 

Di samping itu,  Eko mengatakan, peran dan kegiatan usaha koperasi terus s ditingkatkan ke depan. Pada tahun lalu, sedikitnya 20 koperasi baru sudah terbentuk. Pihaknya berharap kualitas koperasi dapat meningkat dan harus didorong melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) meski ada kendala jarak dan tempat yang berjauhan.

Saat ini, UKM di Kabupaten Garut terus bergeliat dengan produk olahan makanan seperti dodol dan kue tradisional yang terkenal dengan sebutan kue bangket, juga varian daru kulit semacam jaket, tas, dompet, sepatu dan banyak varian serta kreativitas lainnya.

PaperOne Dukung Tim Indonesia di Asian Games 2018

image

JAKARTA - Produsen kertas Grup APRIL secara resmi menjadi official partner Tim Indonesia. Melalui anak perusahaannya, PT Riau Andalan Kertas (RAK), akan memberikan dukungan dana sebesar Rp 5,2 miliar kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) untuk mendukung peningkatan prestasi para atlet yang berlaga di ajang internasional.

Bekerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), PaperOne secara resmi menjadi official partner Tim Indonesia pada Pesta Olahraga Terbesar Asia yang akan digelar di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Peresmian tersebut ditandai oleh Konferensi Pers yang dihadiri oleh Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, dan Agung Laksamana, Corporate Affairs Director Grup APRIL, di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta pada Selasa (22/5/2018).

Agung Laksamana mengungkapkan kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia ini merupakan bentuk komitmen PaperOne untuk mengambil bagian dalam mendukung  prestasi Tim Indonesia yang akan membawa nama negara di ajang internasional, salah satunya pada Pesta Olahraga Terbesar se-Asia mendatang. 

Dukungan tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp 5,2 miliar melalui anak perusahaannya, PT Riau Andalan Kertas (RAK), kepada Komite Olimpiade Indonesia. “Kerja sama ini adalah bentuk komitmen Grup APRIL untuk mendukung peningkatan prestasi para atlet Tim Indonesia di ajang internasional, termasuk pada Pesta Olahraga Terbesar Asia mendatang. Kami berharap bantuan ini dapat semakin memotivasi para atlet dan officials Tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Agung Laksamana.

Agung Laksamana menambahkan bahwa PaperOne, sebagai produk asli Indonesia yang telah menjadi merek global dan dijual ke lebih dari 70 negara, terus berupaya untuk berkontribusi kepada negeri, tidak terkecuali di bidang olahraga. Beliau berharap bahwa Pesta Olahraga Asia ini dapat berjalan sukses dan dapat memajukan dunia olahraga Indonesia serta membawa dampak positif bagi bangsa dan negara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KOI, Erick Thohir menilai kerja sama dengan Grup APRIL ini dapat memberikan manfaat kepada para atlet Tim Indonesia terutama dalam semakin mematangkan persiapan sebelum bertanding mengharumkan nama Indonesia. “Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada PaperOne atas komitmennya mendukung atlet-atlet nasional yang akan bertanding membawa nama Indonesia.

Melalui dukungan ini, tentunya diharapkan Tim Indonesia kian mematangkan persiapannya dan dapat memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” kata Erick Thohir. Tim Indonesia terdiri dari atlet-atlet terbaik di negara berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa ini yang merupakan individu bersemangat tinggi dan menjanjikan untuk membangun era olahraga Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. (PAJ)

Emang Mau saat Lebaran Bokek? Berikut Tips Anti Bokek saat Lebaran


image

JAKARTA - Datangnya Bulan Suci Ramadhan harus dimaknai dengan baik, termasuk dengan mengelola keuangan pribadi atau keluarga. Hal ini menjadi penting dikala banyak agenda atau acara yang sering muncul dikala Ramadhan, mulai dari buka puasa bersama dengan temen kantor, kuliah, bahkan teman semasa sekolah dahulu.

Selain banyaknya acara dadakan, bulan puasa juga menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola kas pribadi dan keluarga, banyak kebutuhan seperti bahan pangan hingga kebutuhan lain yang datang bersamaan dengan bulan Ramadhan. cerita kantong jebol saat Ramadhan, duh enggak lagi deh, udah bukan zamannya.

1. Perencanaan Keuangan

image

Perencanaan keuangan selama bulan puasa perlu dilakukan agar semua kebutuhan dan pemasukan dapat terperinci dengan jelas, dan tentunya tidak besar pasak daripada tiang ya, dalam hal ini harus memperhatikan skala prioritas dalam mengalokasikan penghasilan, dan jangan lupa untuk menyisihkan uang untuk bersedekah.

2. Jangan Terlalu Sering Buka Bersama

image

Silaturahmi saat bulan Ramadhan tentu akan membawa kebaikan hanya saja yang harus diperhatikan adalah tidak berlebihan dan tidak harus semua acara bukber dihadiri, ukur skala prioritas acara bukber yang akan dihariri, dengan ini pengeluaran yang berlebihan bisa dihindari.

4. Buat Masakan Sendiri

image

Bagi yang memiliki hobi atau gemar memasak bulan Ramadhan akan sangat mengasyikan ya, selain bisa berreasi dalam membuat menu sahur dan berbuka, hal ini juga akan membuat pengeluaranmu akan lebih irit dibandigkan harus membeli makanan dan minuman untuk santap sahur dan berbuka. Bayangkan dalam satu kali makan di sebuah restoran satu orang paling sedikit mengeluarkan uang Rp 100.000 untuk sekali makan, kalau dibelikan bahan baku maknaan pokok bisa banyak tuh, coba aja ke pasar.

3. Catat Pengeluaran Untuk Hari Raya Lebaran

image

Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri harga bahan kebutuhan pokok juga semakin meningkat, pengeluaran untuk bahan pangan ini tentu semakin meningkat, belum lagi untuk kue lebaran, baya mudik ke kampung halaman, hingga tunjangan hari raya untuk sanak saudara, nah berbagai keperluan ini perlu dicatat sebelum Lebaran, agar dapat terhitung dengan baik. Yang harus diperhatikan adalah jangan berlebihan harus sesuai dengan kemampuan finansial.

5. Hari Raya Semua Tak Mesti Baru

image

Tradisi baju baru saat Lebaran mungkin sangat mengasyikan bagi anak-anak, wajar saja setelah selama satu bulan penuh berpuasa, biasanya orang tua akan menghadiahkan anaknya baju baru, akan tetapi bagi kalian yag sudah memiliki penghasilan hal itu sudah tak lazim, karena esensi Lebaran tak harus baju baru. Lakukan mix and match dengan baju-baju yang kamu punya di dalam lemari yang sudah terlihat menumpuk. Lebaran masih bisa tampil oke dengan foto selfie kok tenang aja, bahkan abis Lebaran kamu jadi punya uang.

6.  Fokus Ibadah

image

Bulan Ramadhan tentu menjadi bulan yang amat dinanti bagi umat Muslim, karena banyak keistimewaan dalam bulan puasa yang satu ini, jangan sampai urusan keuangan menganggu aktivitas ibadah ya, perhatikan kondisi keuangan dengan cermat, dan fokus beribadah.

7. THR Cair Sisihkan Uangmu!

Pesta diskon dan potongan harga disaat tanggal-tanggal gajian dan Tunjangan Hari Raya akan semakin meggoda, namun hal ini harus dicermati dengan baik agar tidak terjebak dalam kebutuhan yang membengkak akibat nafsu semata, sisihkan uang THR, tabung, dan gunakan secukupnya ya, belanja boleh, berlebihan jangan, ingat komitmenmu dalam mengatur keuangan. Emang mau saat Lebaran Bokek?

(PAJ)