sponsor

Slider

Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Blog Archive

Recent Tube

Business

Technology

Life & style

Games

Sports

Fashion

Macan Kemayoran Alami Kekalahan Perdana di Gelora Bung Karno

image

JAKARTA - Macan Kemayoran atau Persija Jakarta alami kekalahan perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/5/2018) dalam lanjutan pekan kedelapan Gojek Liga 1 2018 kontra Madura United. Tim berjuluk Macan Kemayoran kalah 2-0.

Seperti dilansir laman resmi Macan Kemayoran, Persija.id Tim asal Ibukota tersebut tertinggal di awal babak pertama lewat gol Fabiano Beltrame pada menit ketiga. Gagal mengeksekusi penalti karena diblok Daryono, Fabiano berhasil menyambar bola liar untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Tertinggal Persija langsung mengurung pertahanan Madura tetapi belum ada peluang bagus tercipta. Seperti tembakan dilepaskan Fitra Ridwan tepat mengarah ke gawang Madura. Herpras tidak berani mengambil risiko dan hanya menepis.

Kembali Persija mengancam pada menit ke 23 lewat Vava Mario. Tendangan salto bek Persija ini menjebol gawang Herpras yang kosong sayangnya hanya menyamping.

Di menit ke 33, Bambang Pamungkas coba mengancam ke gawang Madura United. Bepe melompat tinggi menyambut bola dan memenangkan duel lawan Fabiano tetapi sundulan penyerang gaek Macan Kemayoran ini melambung tinggi.

Sementara tim tamu juga tidak kalah membahayakan namun Daryono masih sigap menggagalkan peluang Madura United. Skor 1-0 untuk keunggulan Madura United bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua Persija coba melakukan perubahan dengan memasukkan Ramdani Lestaluhu, Riko Simanjuntak, dan Marko Simic. Persija sempat membuka asa dengan peluang yang didapatkan Simic namun tendangannya melambung.

Persija sejatinya bisa menyamakan kedudukan pada menit ke 75. Sayang gol Ramdani dianulir karena sudah berada di posisi offside.

Keasyikan menyerang membuat lini pertahanan Persija lengah akhirnya dimanfaatkan oleh Madura United untuk menambah keunggulan menjadi 2-0 lewat gol Zah Rahan memanfaatkan umpan Engelberd Sani.

Disisa pertandingan berusaha bangkit. Namun upaya mereka gagal. Skor 2-0 keunggulan Madura United bertahan hingga babak kedua berakhir.

Foto: Persija.id

Gelaran Asian Games, Momentum Indonesia Pasarkan Produk Lokal

image

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla menyatakan pihaknya siap mendukung para pelaku UMKM memanfaatkan momentum Asian Games untuk memasarkan produk lokal terbaik mereka.

 Mufidah Kalla secara resmi membuka "Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional dan Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Jumat (11/5/2018).

Mufidah memandang penting untuk mengembangkan UMKM yang ada di Sumatera Selatan hal itu mengingat potensi produk kerajinan yang ada di masa mendatang dengan kualitas yang berdaya saing.

 Terlebih kerajinan membuat Songket ujar dia adalah kerajinan yang telah diwariskan secara turun-temurun itu memiliki berbagai keunggulan yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat setempat.

“Sektor UKM masih memiliki keterbatasan permodalan, pemasaran dan sarana promosi, maka perlu sinergi dari berbagai pihak untuk meningkatkan pemasaran serta meningkatkan mutu dan kualitas produk lokal daerah,” papar dia.

Pada kesempatan yang sama Bintang Puspayoga Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas menyampaikan ada kendala masih lemahnya daya saing hasil kerajinan dan kendala desain produk, oleh karena itu pihaknya akan melakukan bimbingan untuk meningkatkan hasil usaha yang mampu bersaing tinggi.

“Harapannya kegiatan ini dapat memberikan manfaat sebesar besarnya bagi pelaku usah di Sumsel,” pungkasnya.

Dalam sinergi tersebut juga ketemu dengan para pelaku perajin songket Sumsel di gedung Griya Agung, Intan salah satu  perajin songket mengatakan saat ini kendala yang dihadapi perajin adalah ketersediaan bahan baku. Menurut dia, bahan baku perajin untuk benang emas dan sutera masih bergantung impor dari China.

Dekranas akan mengomunikasikan dengan Disperindag untuk memfasilitasi hal tersebut. Pihaknya berpesan agar perajin songket di Palembang membuat koperasi songket.

"Untuk sementara kita masih impor dari China, tapi kita tidak boleh ketergantungan dari impor. Saat  pengolahan dari alam baku alam kita sudah lakukan, seperti perajin tenun Tuban yang menggunakan bahan baku lokal seperti kapas, bahan pewarna alam, dan kekhasan motifnya,” sebutnya.

Sementara itu, Gubenur Provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin mendorong kepada 30 ribu pelaku UKM Palembang untuk turut memasarkan produk kerajinan terbaiknya dalam momen Asian Games 2018.

Sebab, perhelatan olahraga terbesar se-Asia tersebut diikuti oleh 45 negara lebih dari 40 ribu atlet, official dan 13 cabang olahraga yang akan berlaga di Jakabaring Sport Center.

Sementara itu, dalam kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM bersama Dekranas dan Tim Penggerak PKK ini juga dibahas meliputi Konsultasi dan Pemberkasan Standarisasi Mutu dan Sistem Mutu Produk KUMKM yang potensial ekspor, Temu konsultasi kemitraan usaha KUMKM berbasis rantai/nilai pasok, dan Pelatihan Perkoperasian.

Selain itu sejumlah kegiatan lain pun digelar di antaranya Pelatihan Kewirausahaan, Pelatihan Vokasional bagi SDM KUMKM, dan Sosialisasi dana bergulir bagi koperasi dan UKM.


Kemenkop dan UKM Suntik Dana Program Wirausaha Pemula di Kawasan Ekonomi Khusus

image

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan dana program Wirausaha Pemula (WP) untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satu kawasan KEK,  yaitu Kabupaten Pandeglang mendapat alokasi dana sebesar Rp 595 juta untuk 49 orang penerima WP.

Asisten Deputi Permodalan, Deputi Bidang Pembiayaan Luhur Pradjarto mengatakan agar 49 orang penerima dana WP dapat memanfaatkannya dengan benar guna mendukung pengembangan usahanya sehingga dapat memajukan perekonomian di daerah KEK, sekaligus membangun masyarakat di daerah pinggiran sebagaimana Nawacita ketiga Presiden Jokowi-JK.

Berdasarkan data, dari 49 orang penerima, diantaranya 50% adalah usaha mikro yang usahanya dalam pengolahan makanan seperti kue-kue kering dan basah, emping melinjo.

"Saya harap agar para penerima WP dapat menjaga kualitas produk dalam mengolah makanan dengan memperhatikan higienitas. Di samping itu,  para peserta segera mengurus ijin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang dikeluarkan BPOM," kata Luhur. 

Ikrima Yuntami (23), salah satu peserta WP yang lolos seleksi sangat bangga bisa mendapatkan bantuan WP. Ikrama mengelola usaha kue kering dan basah dengan omzet Rp 550.000 per hari.

"Uang yang saya dapatkan akan saya gunakan untuk membeli mixer besar, oven kapasitas empat loyang, kompor gas dan bahan baku sehingga bisa melayani pesanan lebih banyak dan cepat," kata Ikrama.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Firman Abdul Kadir mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah memberikan perhatian kepada usaha mikro kecil Kabupaten Pandeglang.

Kepada penerima bantuan WP diharapkan dapat memasarkan produk-produknya secara Online dan juga bagi UKM yang mempunyai usaha kerajinan dapat memasarkan melalui Smesco di Pavilium Provinsi Banten. Untuk itu, penerima dihimbau membentuk kelompok atau Koperasi atau bergabung dengan Koperasi.

Panen Cabai, Kulon Progo Siap Amankan Pasokan Wilayah Jabodetabek

image

JAKARTA - Menjelang bulan Suci Ramadan, Kabupaten Kulon Progo mengalami masa panen raya cabai, Tim Upaya Khusus (Upsus) Cabai dan Bawang Merah Direktorat Jenderal Hortikuktura langsung mengawal pertanaman di lapangan serta melakukan panen raya cabai di Desa Bugel Kecamatan Panjatan Kab Kulon Progo merupakan lokasi panen cabai keriting seluas 350 hektare.

Panen raya ini di hadiri anggota Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto, Wakil Bupati Kulon Progo, Sutejo, Ketua DPRD Kulon Progo, dan unsur Muspida serta kelompok tani aneka cabai Kulon Progo.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Kementan, Prihasto mengapresiasi pertanaman cabai yang dilakukan petani di Kulonprogo yang mengalami tingkat produktivitasnya mencapai 15 hingga 17 ton per hektare yang merupakan tinggi dibanding rata-rata produksi nasional yang hanya 10 ton per hektar.

“Kedepan supaya produktivitas terjaga agar menerapkan konsep yg ramah lingkungan,” ujar Prihasto melalui keterangan resmi, Sabtu (12/5/2018).

Prihasto yang akrab disapa Anto mengungkapkan lahan cabai di Kulonprogo ini merupakan hamparan lahan berpasir menbentang luas disulap menjadi hamparan kawasan cabai dengan pengairan yang  memadai. Yakni sumur pantek dengan sistem irigasi selang serta pemberian pupuk kandang 30 hingga 40 ton per hektar menjadikan pertanaman sangat subur.

“Hasilnya tingkat produktivitas rata-ratanya 15 sampai 17 ton per hektar. Ini sungguh luar biasa,” ungkap Anto.

Menurut Bambang Tri Budi Harsono, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kulonprogo, komoditas cabai merupakan salah satu komoditas andalan di Kabupaten Kulon Progo. Dengan luas tanam 1.939 hektare pada tahun 2017, dan produksi  sebesar 20.184 ton. Pada tahun 2018 target luas tanam seluas 2.050 hektare dgn produksi 18.543 Ton.

“Dengan potensi wilayah yang dimiliki, maka Kulon Progo memiliki peran strategis yaitu menjadi penyangga wilayah Jogyakarta dan sekaligus menjadi penyangga wilayah Jabodetabek khususnya komoditas sayuran aneka Cabai,” ujarnya.

Pada kesempatan Ini, Titik Soeharto, mengapresiasi kinerja Kementan terutama dalam menjaga Ketersediaan dan produksi cabai dengan sistem pengaturan manajemen tanam. Hal ini tercermin dari melimpahnya produksi cabai pada saat ini, serta kesiapan pertanaman di lapangan untuk pemenuhan kebutuhan menyambut Ramadhan Dan Idul Fitri 1439 H.

“Para petani cabai di Bugel Panjatan Ini bisa mendapat keuntungan kurang lebih Rp. 125 juta/hektare dengan produksi rata rata 10 ton/haktare dengan harga Rp. 20.000/kg, Ini Luar biasa,” ungkapnya.

Menurut ketua Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji, Sukarman sekaligus merupakan champion cabai Kabupaten Kulon Progo mengatakan sentra utama cabai di kabupaten Kulon Progo tersebar di beberapa kecamatan. Pihaknya bersama kelompok tani binaan mengatur manajemen tanam secara ketat, sehingga harapan kami selalu ada pertanaman di setiap bulan sehingga pasokan bisa terjaga sepanjang tahun.

“Berdasarkan pantaun kami di lapangan bahwa diperkirakan produksi cabai merah keriting bulan mei 45 ton dengan produksi rata rata 8-10 ton/hari. Selama ini tujuan pasar dari kelompok tani binaan sebagian besar masuk ke pasar induk kramat jati, Palembang dan Jambi,” ujarnya.

Adapun harga di tingkat petani saat ini lagi bagus sehingga memicu kelompk tani untuk menambah terus luas tambah tanamnya. Harga saat ini di tingkat petani untuk cabai merah keriting Rp 20 hingga 21 ribu per kg.

“Kelompok kami siap memasok dan mengamankan wilayah Jabodetabek menjelang puasa dan lebaran idul fitri 1439H,” sebut Sukarman.

Kementan Genjot Produksi Cabai Wilayah Sumatera Selatan


image

JAKARTA - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi tengah memantau produksi cabai di Sumatera Selatan. Hal ini guna memastikan pasokan aneka cabai khususnya menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2018.

“Iya kami pantau produksi cabai di Sumatera Selatan, setelah usai menghadiri acara pencanangan proyek NPK 2,4 juta ton dan peresmian Pabrik PUSRI IIb di Palembang,” ujar Suwandi melalui keterangan resmi, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Suwandi, karakteristik produksi cabai di Sumatera Selatan ini berbeda dengan daerah lain. Di sini pertanaman cabai ada sepanjang waktu, ditanam pada musim yang berbeda pada lima tipe lahan yang berbeda.

“Tipe pertama, cabai ditanam di lahan pasang surut ini berada di Banyuasin,” katanya.

Kedua, lanjut Suwandi, ditanam pada lahan lebak berada di Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Musi Banyuasin. Ketiga pada lahan tadah hujan yakni berada di Kabupaten OKI.

“Keempat, ditanam pada lahan sawah berada di Musi Rawas dan OKU Timur, serta kelima dilahan dataran tinggi berada di OKU Selatan, Muara Enim dan Pagar Alam,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Kepala Sub Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Sri Indah Mulyati mengatakan luas panen cabai setahun sekitar 5000 hektar, memasok ke Pasar Induk Jakabering dan pasar daerah lain. 

Pasar Induk Jakabaring dipasok 25 ton cabai perhari, bawang merah 30 ton perhari dan bawang putih 50 ton perhari.  Kebutuhan bawang putih memang tinggi untuk cuka.

“Untuk produksi cabai ini cukup guna memenuhi kebutuhan Sumatera Selatan, bahkan sebagian produksi dipasarkan ke Jambi, Bengkulu, Lampung dan lainnya.  Harga cabai rawit maupun cabai merah keriting di petani berkisar Rp 30 ribu perkg,” terangnya.

Adapun beberapa sentra produksi misalnya di Lais Kabupaten MUBA, cabai rawit merah keriting varietas lokal. Dengan teknologi sederhana biaya minim sekitar Rp 20 juta perbhektar, bisa menghasilkan 6 ton setara Rp 120 juta per hektare.

“Sedangkan di Muara Enim di dataran tinggi cabai ditanam intensif dengan biaya Rp 60 juta menghasilkan sekitar 12 hingga 15 ton per hektar,” tutur Sri.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Semontor Jaya, Desa Pedu, Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, Kasnadik mengatakan anggota Gapoktannya menanam 43 hektare cabai dengan varietas local, pemupukan sederhana dengan biaya Rp 16 juta perhektare. Sementara dirinya mengelola cabai 1,5 hektar.

“Hasilnya sekitar Rp 60 juta, masih lumayan. Pertanaman 43 hektare sekarang siap akan dipanen pada Mei hingga Juni 2018 nanti saat Ramadhan dan Idul Fitri siap memasok Pasar Induk Jakabering,” katanya.

Ia tegaskan petani di daerahnya sudah biasa tanam cabai tiga kali setahun di lahan tadah hujan. Saat ini sedang berusaha menggunakan benih unggul dan memperbaiki cara bercocok tanam supaya produksinya bisa minimal 6 ton per hektar. 

“Ini sudah diajarkan demplot oleh Pak Darmadi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI,” ujar Kusnadik.

Sedangkan Abdul Ghopur, petani di desa yang sama, menyampaikan optimis dengan benih unggul hibrid dan pemupukan yang cukup akan menaikkan produksi.

"Sekarang saya membuat demplot 1,5 hektare dan mengajarkan percontohan bagi anggota kelompoktani lainnya menanam cabai seluas 8 hektare,” tutur Ghopur. (PAJ)

Koalisi Pemuda Kampus Kedua Makassar Deklarasi Politik Anti Curang

image

JAKARTA - Datangnya tahun pesta demokrasi atau tahun politik membuat Koalisi Pemuda Kampus Kedua mendeklarasikan politik anti curang, sehingga penyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak berjalan tanpa kecurangan.

Ketua Koalisi Pemuda Kampus Kedua, Ardiansyah Laitte mengungkapkan pasca reformasi, banyak pihak yang meramalkan bahwa Indonesia tengah menapaki fase konsolidasi demokrasi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proses demokrasi setelah 32 tahun lamanya kebebasan politik warga negara direpresi oleh rezim otoritarian orde baru.

“Namun demikian, penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil tentu yang menjadi salah satu pilar penting demokrasi masih sering dinodai oleh tindak kecurangan oleh para peserta pemilu,” tegasnya di Makassar, Sabtu (12/5/2018).

Sementara itu, merujuk pernyataan Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu, Mochammad Afifuddin (28/11/2017), bahwa sedikitnya ada tujuh dari 17 provinsi penyelenggara pilkada yang memiliki tingkat kerawanan politik uang tinggi. Tujuh daerah tersebut adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

“Politik uang biasanya dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif,” kata Pria yang kerap disapa Alle.

Karena itu, Alle menjelaskan untuk mengatasi masalah tersebut dibutuhkan peran aktif dari organisasi masyarakat sipil (CSO) dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksaan pemilu sembari memberikan edukasi dan meningkatkan kewaspadaan publik tentang bentuk-bentuk kecurangan pemilu yang mungkin timbul. Dengan demikian diharapkan, masyarakat dapat membentengi diri dari segala tindakan politik yang mencoba untuk menodai proses demokratisasi yang telah kita jaga selama ini. 

“Akan hal ini, Koalisi Pemuda Kampus Kedua menginisiasi kegiatan ini dengan mengajak seluruh kalangan masyarakat dalam menyadari jalannya demokrasi yang sehat tanpa intrik modus-modus curang,” jelasnya.

“Kegiatan ini mengundang berbagai ormas, para calon pimpinan daerah/kota, dan mahasiswa selaku pemilih aktif. Serta turut mengajak lembaga kepemiluan seperti KPU, BAWASLU, dan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan,” sambung Alle.

Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 13 mei 2018, pukul 19.00 WIT bertempat di Kampus Kedua, Tamalanrea, Makassar. Forum ini akan diramaikan dengan pemutaran video, panggung orasi, musikalisasi puisi, serta aksi simbolis deklarasi Politik Anti Curang.


Kementan Dukung Pupuk Indonesia Revitalisasi Pabrik dan Tambah Pasokan

image

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan revilatalisasi pabrik pupuk dan menambah kapasitas produksi Pupuk NPK hingga 2,4 juta ton. Pasalnya, ketersediaan pupuk Urea dan NPK dalam jumlah banyak turut membantu Kementan dalam upaya peningkatan produksi pangan.

“Kebutuhan Urean dan NPK di kalangan petani cukup tinggi. Apalagi Kementan tengah fokus meningkatkan produksi pangan, termasuk perkebunan, hortikultura dan lainnya. Tentu input produksi seperti pupuk NPK sangat dibutuhkan sekali ketersediaan di setiap musim tanam dengan tepat waktu,” ujar Dirjen Hortikultura, Suwandi yang hadir pada acara peresmian pengoperasian Pabrik pupuk Pusri 2B milik anak usaha PT Pupuk Indonesia, yakni PT Pupuk Sriwijaya di Palembang, Jumat (11/5/2018).

Peresmian dan pencanangan tersebut dilakukan Menteri BUMN, Rini M Soemarno dan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto. Hadir juga Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat.

Suwandi mengungkap kebutuhan pupuk Urea dan NPK dalam budidaya pertanian termasuk hortikuktura akan terus meningkat. Untuk itu, tambahan pasokan pupuk NPK ini sangat tepat sekali guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan.

“Misalnya, di tahun 2018 ini  tengah genjot produksi padi, jagung, kedelai, rempah, bawang putih, cabai, dan bawang merah. Ini sangat membutuhkan terjaminnya ketersediaan pupuk,” ungkapnya.

Menteri BUMN, Rini Soemarno menerangkan pabrik baru ini memiliki kapasitas produksi sebesar 907.500 ton ureaper tahun dan 660.000 ton amoniak per tahun. Pabrik ini dibangun konsorsium PT Rekayasa Industri dan Toyo (Jepang), dengan total biaya investasi Rp 8,5 triliun.

“Pabrik Pusri 2B dibangun sebagai bagian dari program revitalisasi industri pupuk nasional. Revitalisasi adalah salah satu upaya Pupuk Indonesia untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing,” kata Rini.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat mengatakan saat ini Pupuk Indonesia grup memiliki pabrik NPK dengan kapasitas 3,1 juta ton per tahun dan akan dikembangkan hingga 5,4 juta ton sampai tahun 2025.

Potensi pasar NPK di dalam negeri masih cukup besar, terutama untuk sektor pertanian.

“Kami perkirakan masih terdapat kekurangan pasokan NPK  domestik sekitar 3,9 juta ton, dari total kebutuhan nasional 11,1 juta ton,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Aas, hadirnya tambahan kapasitas pabrik ini, bukan hanya mengamankan kebutuhan dalam negeri, akan tetapi dapat menunjang program ketahanan pangan karena penggunaan pupuk NPK terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

“Yang harus dicatat juga yakni mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panennya,” ujarnya.

Proyek pembangunan pabrik NPK ini akan dibangun kurun 2018 hingga 2025 dengan total kapasitas sebesar 2,4 juta ton. Rencananya, pabrik-pabrik NPK tersebut akan dibangun dan dioperasikan di PT Pupuk Iskandar Muda, Lhoksemauwe, PT Pusri Palembang, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Kaltim.